Pompa dosing harus dipilih dari massa bahan aktif per jam, lalu dicek terhadap konsentrasi larutan, densitas, tekanan balik, dan turndown. Setelan stroke bukan bukti dosis aktual: ukur volume keluaran dengan kolom kalibrasi sebelum start-up dan setiap kali kondisi proses atau larutan berubah.
Rumus sizing pompa dosing kimia
Mulai dari target dosis, bukan dari kapasitas pompa yang tersedia. Untuk aliran kontinu:
massa aktif (g/jam) = dosis (mg/L) × debit (m³/jam)
volume larutan (L/jam) = massa aktif (kg/jam) ÷ [fraksi aktif × densitas larutan (kg/L)]
Contoh: aliran 100 m³/jam dengan dosis 2 mg/L membutuhkan 200 g/jam atau 0,20 kg/jam bahan aktif. Bila produk yang dipakai 10% aktif dengan densitas 1,10 kg/L, kebutuhan larutan adalah 0,20 ÷ (0,10 × 1,10) = 1,82 L/jam. Tambahkan faktor desain hanya setelah tim proses menyetujui skenario debit puncak dan perubahan kualitas air; jangan mengganti jar test atau verifikasi residual dengan margin pompa.
Data yang menentukan kapasitas, material, dan tekanan
| Data yang dikirim ke vendor | Mengapa diperlukan | Risiko bila diabaikan |
|---|---|---|
| Dosis minimum, normal, dan maksimum; debit minimum dan puncak | Menentukan rentang laju pompa | Pompa hanya stabil pada satu kondisi |
| Nama bahan, konsentrasi, SDS, dan temperatur | Menentukan wetted parts serta kebutuhan ventilasi | Korosi, pembengkakan seal, atau bahaya paparan |
| Tekanan titik injeksi, panjang pipa, elevasi, valve, dan pulsation dampener | Menentukan tekanan diferensial aktual | Laju turun saat tekanan balik naik |
| Titik injeksi dan kebutuhan mixing | Menentukan injection quill/check valve dan waktu kontak | Dosis masuk tetapi tidak tersebar merata |
| Sinyal kontrol, interlock aliran, dan kebutuhan duty/standby | Menentukan integrasi operasi | Kimia terinjeksi saat aliran proses berhenti |
Tekanan diferensial pompa harus mencakup tekanan proses di titik injeksi, rugi pipa/valve, dan head statis. Kapasitas katalog yang dinyatakan pada tekanan tertentu tidak boleh dipakai sebagai kapasitas di instalasi tanpa pemeriksaan kurva. Sebagai contoh, halaman Betaqua Dosing Pump mencantumkan laju model yang berubah menurut tekanan; cocokkan kurva itu dengan data instalasi, bukan hanya laju nominal.
Cara kalibrasi dengan kolom kalibrasi
EPA mencatat kolom kalibrasi sebagai cara untuk memverifikasi dosis kimia dan menyarankan pemeriksaan akurasi sistem secara rutin (EPA, LT1ESWTR Turbidity Provisions Technical Guidance Manual). Prosedurnya:
- Isi kolom kalibrasi, stabilkan stroke/speed, tekanan balik, dan kondisi suction seperti saat operasi.
- Catat volume awal dan jalankan pompa selama waktu uji terukur, misalnya 60 atau 120 detik.
- Hitung
L/jam = volume terpakai (L) ÷ waktu (jam). Ulangi sedikitnya tiga kali dan gunakan hasil yang konsisten. - Bandingkan laju aktual dengan laju target; sesuaikan setelan lalu ulangi pengukuran.
- Catat tanggal, larutan, densitas bila tersedia, setting, tekanan, operator, dan hasil. Uji ulang setelah penggantian diafragma/valve, perubahan larutan, atau perubahan tekanan proses.
Jangan mengkalibrasi dengan discharge dibuang ke drain yang tidak aman. Ikuti SDS bahan kimia, gunakan APD yang sesuai, dan kembalikan larutan uji hanya ke tangki yang memang diizinkan oleh prosedur fasilitas.
Interlock dan pemeriksaan operasi sebelum injeksi
- Interlock pompa dengan sinyal flow atau permissive proses agar tidak ada overdosing ketika aliran berhenti.
- Pastikan foot valve terendam, jalur suction tidak mengisap udara, dan injection check valve membuka pada tekanan yang benar.
- Verifikasi arah aliran, grounding/kelistrikan, ventilasi tangki, secondary containment, dan jalur relief sesuai desain fasilitas.
- Untuk bahan yang kritis, gunakan alarm level rendah dan susun duty/standby dengan prosedur changeover yang diuji.
- Konfirmasi hasil proses—misalnya residual, pH, konduktivitas, atau parameter jar test—setelah laju pompa berubah.
Data sheet yang perlu disiapkan pembeli
Kirimkan lembar data berikut kepada tim PT Beta Pramesti Asia: bahan dan SDS, dosis aktif, konsentrasi/densitas, debit min-normal-maks, tekanan titik injeksi, sketsa pipa, temperatur, kebutuhan kontrol, serta target duty/standby. Data ini memungkinkan kami menilai pompa dosing untuk injeksi kimia, titik injeksi, dan aksesori tanpa mengandalkan tebakan.
Untuk proyek yang juga membutuhkan pengadaan aksesori pengolahan air terpisah, pompa dosing Watermart dapat menjadi rujukan pelengkap. Pemilihan akhir tetap harus mengikuti kompatibilitas kimia dan kondisi proses yang terukur.