specialty
AdBlue ISO 22241 untuk Industri | Beta Pramesti Asia
AdBlue AUS 32 sesuai ISO 22241 untuk sistem SCR diesel industri. Pelajari mutu, penyimpanan, kontaminasi, inspeksi penerimaan, dan kebutuhan armada tambang.
AdBlue® adalah nama dagang terdaftar untuk AUS 32, larutan urea 32,5% dalam air demineralisasi yang digunakan terpisah dari solar pada sistem selective catalytic reduction (SCR). Kualitasnya harus mengikuti ISO 22241 dan persyaratan OEM; salah isi atau kontaminasi dapat merusak pompa, injector, dan katalis SCR.
PT Beta Pramesti Asia memasok kebutuhan kimia industri di Indonesia, termasuk dukungan pengadaan AdBlue untuk armada diesel di tambang dan fasilitas industri. Sebelum penawaran, tim membutuhkan data OEM, pola konsumsi, ukuran tangki, kondisi penyimpanan, dan sistem dispensing.
Komposisi AdBlue
AdBlue bukan bahan bakar atau aditif bahan bakar. Komposisinya adalah:
- 32,5% urea berkualitas sesuai spesifikasi AUS 32
- 67,5% air demineralisasi
Campuran ini tidak beracun dan tidak mudah terbakar.
VDA menyatakan AdBlue terdiri dari 32,5% urea dan 67,5% air demineralisasi; istilah AdBlue hanya boleh digunakan untuk AUS 32 yang memenuhi ISO 22241 dan ketentuan lisensinya (VDA, AdBlue). ISO 22241-1:2019 menetapkan karakteristik mutu AUS 32 untuk sistem SCR, sedangkan ISO 22241-3:2017 mengatur praktik handling, transportasi, dan penyimpanan (ISO 22241-1; ISO 22241-3).
| Dokumen | Keputusan yang dilindungi | Bukti yang diminta saat penerimaan |
|---|---|---|
| ISO 22241-1 | Mutu AUS 32 | Certificate of Analysis yang dapat ditelusuri ke batch |
| ISO 22241-2 | Metode pengujian | Metode lab yang dipakai untuk verifikasi parameter |
| ISO 22241-3 | Handling, transport, storage | Catatan kebersihan tangki/selang dan prosedur transfer |
| ISO 22241-4 | Refilling interface | Koneksi yang mencegah salah isi dan kontaminasi silang |
Fungsi dan Cara Kerja
AdBlue digunakan dalam sistem SCR (Selective Catalytic Reduction).
Cara kerjanya:
-
AdBlue disemprotkan ke dalam gas buang panas dari mesin diesel.
-
Panas gas buang menguraikan urea menjadi amonia (NH₃).
-
Amonia bereaksi dengan NOx di dalam katalis SCR dan mengubahnya menjadi:
- Nitrogen (N₂) dan
- Uap air (H₂O),
keduanya tidak berbahaya bagi lingkungan.
AdBlue tidak dicampurkan ke solar. VDA menjelaskan bahwa cairan disimpan dalam tangki terpisah dan bereaksi di jalur gas buang untuk menghasilkan nitrogen dan air. Karena dosing dikendalikan engine control unit, konsumsi lapangan tidak boleh dipatok sebagai satu persentase universal; gunakan data OEM dan histori liter AdBlue per liter solar, per jam mesin, atau per kilometer untuk menyusun stok.
Peran dalam Industri Pertambangan
Dalam sektor tambang, AdBlue digunakan untuk:
- Mengurangi emisi NOx dari alat berat diesel besar (dump truck, loader, excavator, dll).
- Mendukung kepatuhan unit yang memang dirancang dan disertifikasi dengan sistem SCR, termasuk konfigurasi Tier 4 Final atau EU Stage V tertentu.
- Menjaga fungsi sistem aftertreatment bila mutu cairan, pengisian, dan perawatan mengikuti persyaratan OEM.
Kebutuhan mutu tetap sama untuk dump truck, excavator, genset, atau kendaraan jalan raya yang memakai SCR. Namun kapasitas buffer stock harus memperhitungkan jumlah unit aktif, konsumsi aktual, lead time, cuaca, akses lokasi, dan cadangan operasi.
Kebutuhan periode = jumlah unit × konsumsi aktual per unit per hari × hari operasi
Contoh perencanaan, bukan angka konsumsi OEM: 20 unit yang masing-masing tercatat memakai 12 liter/hari selama 14 hari memerlukan 3.360 liter. Jika kebijakan site menambah buffer 20%, rencana penerimaan menjadi 4.032 liter. Ganti asumsi ini dengan histori fleet dan manual setiap model.
Hal yang Perlu Diperhatikan di Area Tambang
- Lindungi AdBlue dari panas berlebih dan sinar matahari; tetapkan batas suhu dan umur simpan dari pemasok/OEM sesuai sistem kemasan aktual.
- Tidak boleh terkontaminasi bahan lain (seperti oli, bahan bakar, atau debu tambang).
- Gunakan tangki, pompa, hose, nozzle, dan alat sampling yang didedikasikan untuk AUS 32.
- Penggunaan AdBlue harus mengikuti spesifikasi pabrikan alat berat dan sistem SCR.
ISO 22241-3 menetapkan praktik handling, transportasi, dan penyimpanan untuk mempertahankan mutu AUS 32 sampai cairan masuk ke tangki kendaraan (ISO 22241-3). Saat menerima produk, karantina batch bila seal rusak, dokumen batch tidak cocok, cairan berubah warna/terlihat kotor, atau ada dugaan salah isi.
| Titik risiko | Kontrol minimum | Tindakan bila gagal |
|---|---|---|
| Truk/IBC datang | Cocokkan produk, batch, seal, CoA, dan volume | Karantina; jangan transfer |
| Tangki penyimpanan | Label jelas, koneksi dedicated, tertutup dari debu/hujan | Hentikan penggunaan dan investigasi kontaminasi |
| Transfer | Hose/nozzle khusus AUS 32, cap terpasang saat tidak dipakai | Bersihkan/ganti komponen sesuai prosedur pemasok |
| Pengisian unit | Verifikasi port AdBlue, cegah kontak dengan solar/oli | Jangan start; ikuti prosedur OEM untuk salah isi |
| Stok | FIFO/FEFO, catat batch dan tanggal | Pisahkan produk kedaluwarsa atau tak terlacak |
Checklist audit penyimpanan AdBlue
- Pastikan label AUS 32/AdBlue dan larangan mencampur dengan solar terlihat di tangki serta nozzle.
- Cocokkan material wetted-part, hose, seal, dan pompa dengan ISO 22241 serta persetujuan pemasok.
- Simpan CoA, batch, tanggal penerimaan, supplier, volume, dan tujuan transfer.
- Inspeksi vent, cap, bund, kebocoran, debu, air hujan, dan jejak pemakaian hose bersama.
- Rekonsiliasi pemakaian per unit terhadap histori; lonjakan konsumsi perlu pemeriksaan SCR atau kebocoran.
- Ambil sampel hanya dengan wadah dan prosedur yang mencegah kontaminasi.
Kesimpulan
AdBlue untuk armada industri adalah produk mutu-terkendali, bukan urea pertanian yang dilarutkan di lokasi. Keputusan pembelian harus memeriksa kepatuhan ISO 22241, ketertelusuran batch, kompatibilitas dispensing, dan rekomendasi OEM. Lihat juga portofolio specialty chemicals industri dan dukungan chemical untuk pertambangan.
Pelajari lebih lanjut
Kirim daftar unit dan OEM, konsumsi historis, kapasitas tangki, format kemasan, lead time lokasi, serta foto sistem transfer kepada tim Beta Pramesti. Tim dapat membantu menilai kebutuhan batch, buffer stock, dan kontrol penerimaan tanpa menggantikan persyaratan OEM.