
Optimasi PAC Cair 17% di instalasi pengolahan air Makassar meningkatkan efisiensi biaya kimia bulanan 7,05% sambil menjaga kekeruhan sedimentasi 3,94 NTU, dibanding 3,87 NTU dengan PAC Bubuk. Dosis cair lebih tinggi, tetapi pelarutan bubuk ditiadakan, paparan debu berkurang, dan penakaran lebih sederhana pada debit air baku 5.760 m³/jam.
Terakhir ditinjau secara teknis: 28 Juli 2026.
Industri
Pengolahan Air
Tantangan
Sebuah perusahaan instalasi pengolahan air di Makassar perlu meningkatkan proses koagulasi untuk menjaga konsistensi mutu air hasil pengolahan, mengoptimalkan konsumsi bahan kimia, dan meningkatkan keselamatan operator.
Tantangan utama adalah membandingkan kinerja teknis dan operasional Poly Aluminium Chloride (PAC) Cair 17% dengan PAC Bubuk konvensional pada kondisi kekeruhan air baku yang setara.
Perusahaan juga perlu menjaga efisiensi biaya sekaligus meminimalkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja akibat penanganan, penyiapan, serta pelarutan bahan kimia berbentuk bubuk.
Ringkasan Hasil
Penerapan PAC Cair 17% membutuhkan dosis sekitar 1,6 kali lebih tinggi daripada PAC Bubuk untuk menghasilkan penurunan kekeruhan pascasedimentasi yang sebanding.
Meskipun dosisnya lebih tinggi, peralihan ini memberikan beberapa perbaikan penting:
- Efisiensi biaya bahan kimia bulanan meningkat 7,05%.
- Kekeruhan sedimentasi stabil dan memenuhi standar yang dipersyaratkan.
- Pelarutan PAC Bubuk secara manual dihilangkan.
- Paparan operator terhadap debu dan iritan kimia berkurang.
- Kebutuhan lembur menurun.
- Dosis bahan kimia dan operasi instalasi menjadi lebih sederhana.
- Keselamatan dan kenyamanan operator meningkat.
- Operasi pengolahan air menjadi lebih andal dan berkelanjutan.
Produk Utama
PAC 17% – Poly Aluminium Chloride Cair
Tentang Perusahaan Pelanggan

Pelanggan mengoperasikan instalasi pengolahan air di Makassar dan berfokus menghasilkan air olahan bermutu tinggi melalui teknologi pengolahan kimia yang efisien, aman, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keunggulan operasi, perusahaan terus mengevaluasi peluang untuk meningkatkan mutu air, mengurangi biaya bahan kimia, menyederhanakan proses instalasi, dan melindungi operator dari paparan bahan kimia yang tidak perlu.
Tantangan Operasional
Perusahaan sebelumnya menghadapi kesulitan menjaga standar kekeruhan yang ketat sambil mengelola biaya bahan kimia dan memastikan keselamatan operator.
PAC Bubuk memberikan kinerja koagulasi yang efektif, tetapi penerapannya memiliki beberapa kekurangan operasional.
Sebelum diinjeksi ke sistem pengolahan air, PAC Bubuk harus dilarutkan dan disiapkan secara manual. Proses ini membutuhkan banyak tenaga, menambah waktu kerja operator, dan meningkatkan kemungkinan paparan langsung terhadap debu serta iritan kimia.
Proses pelarutan bubuk juga menambah kompleksitas operasi, termasuk:
- Penyiapan bahan kimia secara manual.
- Jam kerja tambahan dan lembur.
- Risiko konsentrasi larutan yang tidak konsisten.
- Paparan terhadap partikel kimia di udara.
- Kebutuhan peralatan dan perawatan tambahan.
- Prosedur penanganan bahan kimia yang lebih rumit.
Perusahaan membutuhkan koagulan yang lebih aman, andal, dan hemat biaya, mampu menjaga stabilitas proses sekaligus mendukung operasi instalasi berkelanjutan.
Solusi
Setelah mengevaluasi beberapa pilihan koagulan dan meninjau keterbatasan operasional PAC Bubuk, perusahaan melakukan studi perbandingan terperinci menggunakan PAC Cair 17%.
Evaluasi berfokus pada tiga faktor utama:
- Kinerja penurunan kekeruhan.
- Total konsumsi dan biaya bahan kimia bulanan.
- Keselamatan operasi dan efisiensi proses.
PAC Cair 17% dipilih karena dapat didosis langsung ke dalam proses pengolahan air tanpa pelarutan di lokasi.
Hal ini menghilangkan tahap penyiapan bubuk dan memungkinkan bahan kimia diintegrasikan ke sistem dosis yang ada.
Selama penerapan, proses pengolahan dipantau terus-menerus untuk menentukan dosis PAC Cair optimum dan memverifikasi bahwa mutu air yang dihasilkan memenuhi persyaratan kekeruhan instalasi.
Uji perbandingan dilakukan pada kondisi air baku yang setara agar hasilnya mewakili perbedaan teknis dan ekonomi antara PAC Cair dan PAC Bubuk secara akurat.
Perbandingan Kinerja
Studi menunjukkan PAC Cair 17% memerlukan dosis lebih tinggi daripada PAC Bubuk untuk mencapai penurunan kekeruhan yang sebanding.
| Indikator Kinerja | PAC Cair 17% | PAC Bubuk |
|---|---|---|
| Dosis bahan kimia | 10,4 mg/L | 6,33 mg/L |
| Kekeruhan sedimentasi | 3,94 NTU | 3,87 NTU |
| Laju alir air baku | 5.760 m³/jam | 5.760 m³/jam |
| Membutuhkan pelarutan manual | Tidak | Ya |
| Risiko paparan operator | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Efisiensi biaya bulanan | Meningkat 7,05% | Acuan |
Dosis PAC Cair 17% sekitar 1,64 kali lebih tinggi daripada PAC Bubuk.
Namun, hasil sedimentasinya sangat sebanding. PAC Cair menghasilkan kekeruhan sedimentasi 3,94 NTU, sedangkan PAC Bubuk mencapai 3,87 NTU.
Selisih hanya 0,07 NTU menunjukkan bahwa PAC Cair dapat mempertahankan kinerja pengolahan yang stabil dan konsisten memenuhi standar kekeruhan.
Kapan bukti optimasi PAC Cair ini dapat diterapkan?
Hasil ini merupakan bukti dari satu lokasi, bukan dosis atau penghematan universal. Pembeli dapat memakai metode perbandingan yang sama hanya jika kondisi umpan, basis dosis, titik pengukuran, batas biaya, dan kriteria penerimaan dicatat secara konsisten.
| Masukan keputusan | Hal yang disamakan atau dicatat | Alasan hasil dapat berubah |
|---|---|---|
| Kondisi air baku | Debit, kekeruhan, pH, alkalinitas, temperatur, waktu sampling, dan kondisi produksi | Air yang berbeda dapat membalik kebutuhan dosis dan respons flok |
| Basis produk | Dosis produk komersial, kadar aktif, densitas bila digunakan, dan konsentrasi larutan | mg/L produk cair dan bubuk belum setara pada basis bahan aktif |
| Hasil pemisahan | Waktu sedimentasi, titik sampel, metode kekeruhan, dan target yang dipersyaratkan | Angka keluaran hanya sebanding bila metode ujinya sama |
| Total biaya operasi | Bahan terkirim, air pelarut, tenaga kerja, lembur, transfer, penyimpanan, perawatan, dan dampak lumpur | Harga kemasan atau dosis saja mengabaikan pekerjaan dan infrastruktur |
| Keselamatan dan penanganan | Kendali SDS, debu, pengangkatan manual, sambungan transfer, penampungan, APD, dan respons tumpahan | Sistem cair menghilangkan make-down bubuk, tetapi menambah tugas tangki dan transfer |
Sebelum uji lapangan, bandingkan rangkaian produk PAC, PAC Cair 17%, dan pompa dosing kimia terhadap sistem penyimpanan serta injeksi yang tersedia.
Hasil
Peralihan ke PAC Cair 17% memungkinkan instalasi mempertahankan target kekeruhan sedimentasi sekaligus meningkatkan efisiensi operasi secara keseluruhan.
Berdasarkan total konsumsi bahan kimia pada laju alir air baku 5.760 m³/jam, peralihan menghasilkan peningkatan efisiensi biaya bahan kimia bulanan sebesar 7,05%.
Walaupun PAC Cair membutuhkan dosis yang lebih tinggi, manfaat operasional keseluruhan menghasilkan proses pengolahan yang lebih efisien.
Kinerja Pengolahan Air yang Stabil
Dosis PAC Cair yang dioptimalkan secara konsisten mencapai penurunan kekeruhan yang dipersyaratkan.
Kekeruhan sedimentasi 3,94 NTU sebanding dengan 3,87 NTU dari PAC Bubuk, mengonfirmasi bahwa perubahan bentuk bahan kimia tidak mengorbankan mutu air olahan.
Efisiensi Biaya Bulanan Meningkat
Analisis biaya perbandingan menunjukkan bahwa penggunaan PAC Cair 17% menghasilkan peningkatan efisiensi biaya bulanan sebesar 7,05%.
Perhitungan mempertimbangkan total kebutuhan bahan kimia pada laju operasi instalasi, bukan hanya perbandingan dosis.
Pelarutan Manual Dihilangkan
PAC Cair dapat langsung dimasukkan ke sistem dosis. Operator tidak lagi harus melarutkan PAC Bubuk secara manual sebelum pengolahan.
Penghapusan proses ini mengurangi waktu persiapan, menyederhanakan operasi harian, dan meminimalkan potensi ketidakkonsistenan dosis.
Keselamatan Operator Meningkat
Penggunaan PAC Cair secara signifikan mengurangi paparan operator terhadap debu dan iritan kimia.
Operator tidak perlu lagi membuka kemasan bubuk, memindahkan bahan kimia kering, atau melakukan pencampuran manual. Risiko penghirupan, kontak kulit, dan paparan bahan kimia tidak sengaja pun berkurang.
Kebutuhan Lembur Berkurang
Proses dosis yang lebih sederhana mengurangi tenaga kerja untuk penyiapan bahan kimia.
Perusahaan tidak lagi membutuhkan jam kerja tambahan untuk melarutkan dan menyiapkan PAC Bubuk sehingga lembur berkurang dan produktivitas tenaga kerja meningkat.
Operasi Lebih Sederhana
Peralihan ke PAC Cair menciptakan alur kerja yang lebih sederhana dan dapat diprediksi.
Penyiapan bahan kimia menjadi lebih efisien, operasi dosis lebih mudah dikelola, dan operator dapat berfokus memantau kinerja instalasi daripada melakukan pelarutan manual berulang.
Mendukung Operasi Berkelanjutan
Proses yang dioptimalkan mendukung operasi pengolahan air yang lebih aman, andal, dan sesuai regulasi.
Dengan mengurangi penanganan manual, meningkatkan efisiensi bahan kimia, dan menjaga mutu air yang konsisten, instalasi membangun proses koagulasi yang lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.
Testimoni Pelanggan
“Sebagai operator instalasi pengolahan air di Makassar, kami selalu mencari cara meningkatkan efisiensi proses sekaligus menjamin keselamatan operator.
Setelah beralih dari PAC Bubuk ke PAC Cair 17%, kami mengalami peningkatan yang sangat berarti. Meskipun dosis yang dibutuhkan sedikit lebih tinggi, hasil pengolahan air tetap stabil dan konsisten memenuhi standar kekeruhan yang ditetapkan.
Biaya bahan kimia bulanan kami menurun. Penghapusan proses pelarutan manual juga mengurangi risiko paparan bahan kimia bagi operator. Alur kerja menjadi jauh lebih sederhana, tidak lagi membutuhkan lembur, dan operasi secara keseluruhan berjalan lebih lancar.
Solusi ini sangat membantu kami. PAC Cair 17% tidak hanya meningkatkan mutu produksi air, tetapi juga berdampak positif pada keselamatan kerja dan kenyamanan operator. Kami sangat puas dengan hasilnya dan akan terus menggunakan produk ini dalam operasi sehari-hari.”
Hendro
Perusahaan Instalasi Pengolahan Air, Makassar
Kesimpulan
Penerapan PAC Cair 17% menunjukkan bahwa optimasi bahan kimia tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan dosis.
Walaupun PAC Cair membutuhkan sekitar 1,6 kali dosis PAC Bubuk, produk ini mencapai kekeruhan sedimentasi yang sebanding sekaligus memberikan peningkatan efisiensi biaya bulanan sebesar 7,05%.
Solusi juga menghilangkan pelarutan manual, mengurangi paparan operator terhadap iritan kimia, menurunkan kebutuhan lembur, dan menyederhanakan alur kerja harian instalasi.
Bagi instalasi pengolahan air yang ingin menyeimbangkan mutu air, efisiensi operasi, pengendalian biaya, dan keselamatan kerja, PAC Cair 17% menjadi alternatif praktis dan berkelanjutan terhadap PAC Bubuk konvensional.
Pertanyaan pembeli tentang optimasi PAC Cair 17%
Apakah dosis PAC Cair selalu lebih rendah daripada PAC Bubuk?
Tidak. Pada kasus ini, PAC Cair 17% menggunakan 10,4 mg/L dibanding 6,33 mg/L PAC Bubuk, tetapi kekeruhan sedimentasinya sebanding. Dosis harus diuji pada air aktual dan dibaca bersama kadar aktif, pekerjaan operasi, lumpur, serta total biaya.
Apakah harga per kilogram cukup untuk membandingkan PAC?
Tidak. Samakan basis harga terkirim dan bahan aktif, lalu masukkan dosis hasil uji, air pelarut, tenaga kerja, lembur, penyimpanan, transfer, peralatan dosis, perawatan, dan penanganan lumpur. Hasil komersial yang relevan adalah biaya air yang memenuhi target.
Data apa yang perlu disiapkan sebelum uji PAC?
Siapkan analisis air baku bertanggal, profil debit, produk dan batch saat ini, kadar aktif, konsentrasi larutan, dosis aktual, hasil kalibrasi pompa, titik injeksi, waktu pengadukan dan sedimentasi, kekeruhan sebelum-sesudah, pengamatan lumpur, konsumsi bulanan, tenaga kerja, dan target penerimaan.
Siap Memulai?
Tingkatkan proses koagulasi Anda dengan solusi PAC Cair 17% yang lebih aman, efisien, dan mudah digunakan.
Hubungi tim kami untuk mendiskusikan karakteristik air baku, kapasitas pengolahan, dosis bahan kimia saat ini, dan kebutuhan operasional. Spesialis kami dapat membantu mengevaluasi dosis PAC dan strategi pengolahan yang paling sesuai untuk instalasi Anda.