Optimasi penyisihan CO2 gas alam dengan BETAFLOW 9850 Series menurunkan sirkulasi amina 30% dan energi reboiler 25% pada fasilitas studi ini. Sistem beralih dari MEA 20 wt% ke formulated MDEA 45 wt%, meningkatkan kapasitas pengolahan, dan tetap memakai peralatan utama yang ada.
Terakhir ditinjau secara teknis: 28 Juli 2026.
Industri
Industri Minyak dan Gas
Tantangan
Sebuah fasilitas pengolahan gas alam menangani gas umpan yang mengandung sekitar 8 mol% CO₂ menggunakan sistem MEA 20 wt% konvensional. Sirkulasi amina dan kebutuhan energi reboiler yang tinggi meningkatkan biaya operasi, sedangkan korosi pada absorber dan regenerator menambah kebutuhan perawatan dan membatasi kapasitas pengolahan tambahan.
Hasil
Setelah Betaflow 9850 Series pada konsentrasi 45 wt% diterapkan, fasilitas menurunkan sirkulasi amina sebesar 30% dan konsumsi energi reboiler sebesar 25%. Korosi lebih terkendali, kebutuhan perawatan menurun, dan kapasitas pengolahan gas alam meningkat. Tidak diperlukan modifikasi peralatan besar.
Produk Utama
Pengolahan amina Betaflow 9850 Series adalah pelarut berbasis formulated MDEA yang dikembangkan untuk penyisihan gas asam secara efisien. Dalam aplikasi ini, produk memungkinkan fasilitas menurunkan sirkulasi pelarut dan energi regenerasi sambil tetap menggunakan peralatan pengolahan gas yang ada.
Tentang Perusahaan

PT Beta Pramesti Asia menyediakan solusi pengolahan gas dan bahan kimia khusus untuk industri energi. Perusahaan mendukung pelanggan industri dalam meningkatkan efisiensi proses, keandalan peralatan, keselamatan operasi, dan kinerja sistem jangka panjang.
Tantangan Operasional
Fasilitas pengolahan gas alam menghadapi keterbatasan kinerja yang terus-menerus saat mengolah gas umpan dengan kandungan sekitar 8 mol% CO₂.
Sistem amina yang ada menggunakan MEA 20 wt%. Walaupun sistem memberikan fungsi pengolahan gas yang diperlukan, kebutuhan energi reboiler dan laju sirkulasi aminanya tinggi. Fasilitas juga mengalami peningkatan korosi pada absorber dan regenerator yang menambah kebutuhan inspeksi serta perawatan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keandalan peralatan.
Tantangan operasional utama meliputi:
- Kebutuhan energi reboiler yang tinggi.
- Sirkulasi amina berlebihan.
- Korosi pada absorber dan regenerator.
- Kebutuhan perawatan meningkat.
- Belanja operasi tinggi.
- Kapasitas tambahan untuk throughput gas terbatas.
- Ketergantungan pada konfigurasi peralatan yang ada.
Fasilitas membutuhkan solusi pelarut yang meningkatkan efisiensi penyisihan CO₂ sambil mempertahankan penggunaan peralatan pengolahan gas yang ada.
Solusi
Setelah meninjau kondisi proses dan mengevaluasi teknologi pelarut alternatif, fasilitas memilih Betaflow 9850 Series, pelarut berbasis formulated MDEA untuk penyisihan gas asam secara efisien.
Betaflow 9850 Series diterapkan pada konsentrasi 45 wt%. Peralihan hanya memerlukan penyesuaian kecil pada suhu operasi dan kendali pH. Tidak ada modifikasi peralatan besar sehingga biaya penerapan dan downtime akibat peningkatan mekanis yang substansial dapat diminimalkan.
Penerapan berfokus pada:
- Mengoptimalkan konsentrasi pelarut.
- Mengurangi sirkulasi amina yang tidak diperlukan.
- Menurunkan kebutuhan energi reboiler.
- Meningkatkan kestabilan operasi.
- Mengendalikan korosi dalam sistem amina.
- Mempertahankan konfigurasi absorber dan regenerator yang ada.
Hasil Penerapan
Setelah Betaflow 9850 Series digunakan, fasilitas mencatat peningkatan terukur di seluruh proses pengolahan gas alam.
Sirkulasi amina turun 30%, sehingga sistem mempertahankan kinerja pengolahan gas yang diperlukan dengan volume pelarut sirkulasi lebih rendah. Hal ini mengurangi beban peralatan sirkulasi dan menyediakan kapasitas tambahan dalam proses yang ada.
Konsumsi energi reboiler turun 25%, mengurangi kebutuhan utilitas dan memperbaiki keekonomian operasi. Laju korosi pada absorber dan regenerator juga menurun secara signifikan, mengurangi kebutuhan perawatan dan mendukung operasi peralatan yang lebih andal.
Sistem yang dioptimalkan meningkatkan kapasitas pengolahan gas alam tanpa modifikasi modal besar.
Peningkatan Operasional Utama
| Indikator kinerja | Hasil |
|---|---|
| Konsentrasi CO₂ gas umpan | Sekitar 8 mol% |
| Pelarut sebelumnya | MEA 20 wt% |
| Konsentrasi Betaflow 9850 Series | 45 wt% |
| Penurunan sirkulasi amina | 30% |
| Penurunan energi reboiler | 25% |
| Kondisi korosi | Berkurang secara signifikan |
| Modifikasi peralatan besar | Tidak diperlukan |
| Kapasitas pengolahan | Meningkat |
| OPEX keseluruhan | Menurun |
Perbaikan ini memungkinkan fasilitas mencapai keseimbangan yang lebih efisien antara kinerja penyisihan CO₂, konsumsi energi, keandalan peralatan, dan biaya operasi.
Testimoni Pelanggan
“Setelah beralih dari MEA 20 wt% ke Betaflow 9850 Series, kami mengalami peningkatan signifikan dalam operasi penyisihan CO₂. Konsumsi energi reboiler menurun secara nyata, laju sirkulasi amina berkurang, dan masalah korosi yang sebelumnya terlihat pada absorber serta regenerator kini jauh lebih terkendali.
Hal yang paling kami hargai adalah penerapan Betaflow 9850 Series tidak memerlukan modifikasi besar pada peralatan yang ada sehingga peralihannya cepat dan aman.
Dengan kinerja yang lebih stabil dan efisiensi operasi yang meningkat, Betaflow 9850 Series membantu kami menurunkan OPEX sekaligus meningkatkan kapasitas unit. Produk ini terbukti sangat andal untuk aplikasi pengolahan gas alam kami.”
Tingkatkan Efisiensi Sistem Pengolahan Gas Anda
Betaflow 9850 Series dapat membantu fasilitas pengolahan gas alam mengoptimalkan penyisihan gas asam, mengurangi sirkulasi pelarut, menurunkan kebutuhan energi regenerasi, dan mengendalikan korosi tanpa perubahan besar pada peralatan yang ada.
Bandingkan juga rangkaian bahan kimia produksi minyak dan gas untuk kebutuhan korosi, scale, emulsi, foam, dan flow assurance yang berada di luar lingkup pelarut amina. Hubungi PT Beta Pramesti Asia untuk mendiskusikan komposisi gas alam, kondisi sistem amina, tantangan operasi, dan sasaran pengolahan Anda.
Pertanyaan pembeli tentang optimasi penyisihan CO2
Data apa yang dibutuhkan untuk menilai optimasi penyisihan CO2?
Siapkan komposisi gas umpan dan gas hasil, laju gas, kondisi absorber dan regenerator, jenis serta konsentrasi pelarut, laju sirkulasi, beban reboiler, lean dan rich loading, riwayat korosi, kejadian foaming, kinerja filtrasi, dan spesifikasi gas jual. Data ini menentukan apakah evaluasi perlu berfokus pada formulasi pelarut, kondisi operasi, atau peralatan.
Apakah penurunan sirkulasi 30% dan energi 25% berlaku untuk semua unit?
Tidak. Angka tersebut adalah hasil fasilitas dalam studi ini. Hasil unit lain bergantung pada komposisi dan laju gas, target CO2 dan H2S, konfigurasi absorber-regenerator, kondisi pelarut, utilitas, korosi, serta batas hidraulik peralatan.
Kapan perubahan pelarut amina layak dievaluasi?
Evaluasi layak dilakukan ketika sirkulasi atau beban reboiler tinggi, korosi dan foaming berulang, spesifikasi gas sulit stabil, atau kapasitas unit dibatasi sistem amina. Keputusan tetap memerlukan neraca massa-energi, pemeriksaan peralatan, kompatibilitas material, dan rencana transisi operasi.